Lima Puluh Kota – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Suliki sebagai lapas yang mengusung pembinaan kepribadian berbasis pesantren kepada para warga binaan yang beragama Islam, Lapas pesantren yang menjadi rutinitas pembinaan kepribadian dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para warga binaan, pembinaan ini juga sebagai wadah dalam belajar baca tulis Al-Qur’an.
Dalam sepekan para warga binaan diberikan pembelajaran Ilmu agama selama 5 kali oleh para pengajar yang tergabung dari BKMT 50 Kota, Kemenag 50 Kota, KUA Kecamatan Suliki, Baznas Kab.50 Kota, Pesantren An-Nahl.
Buya Syahril selaku pengajar di Pesantren Al-Inabah Lapas Kelas III Suliki memberikan materi mengenai belajar Baca Al-Quran dan Sejarah tarikh islam.
Adapun Ilmu Tarikh itu ialah suatu pengetahuan yang gunanya untuk mengetahui keadaan-keadaan atau kejadian-kejadian yang telah lampau dikalangan umat; dan keadaan-keadaan atau kejadian-kejadian yang masih ada ( sedang terjadi) di kalangannya, dan bisa menjadi contoh dalam pengambilan pelajaran dan pengalaman orang-orang terdahulu.
Pesantren Al-Inabah Lapas Kelas III Suliki juga telah mendapatkan legalitas logo dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DitjenKI) Kemenkumham Republik Indonesia.


